21/11/15

Memahami Konsep Manajemen, Kepemimpinan, dan Organisasi

Memahami Konsep Manajemen, Kepemimpinan, dan Organisasi - Kepemimpinan adalah subyek yang telah lama menarik perhatian banyak orang. Istilah yang mengkonotasikan citra individual yang kuat dan dinamis yang berhasil memimpin di bidang kemiliteran ,memimpin Perusahaaan yang sedang berdiri dipuncak kejayaan, atau memimpin Negara. Istilah ini juga sering dipakai untuk menggambarkan tentang keberanian dan kemampuan memimpin dalam berbagai legenda dan mitos . Sebagian Besar gambaraan sejarah kita adalah kisah tentang suatu peristiwa sejarah yang penting, meskipun kita tidak terlalu mengetahui bagaimana peristiwa itu terjadi atau seberapa besar pengaruh kepemimpinannya.

Berbagai pertanaan tenang kepemimpinan telah lama menjadi subyek spekulasi, tetapi penelitian secara ilmiah Baru dimulai setelah abad ke-20. Focus perhatian dari para peneliti lebih banyak tentang efektifitas kepemimpinan. Ilmuwan social berusaha untuk mengetahui ciri-ciri,kemampuan, perilaku, sumber-sumber , kekuasaan atau aspek situasi yang menentukan bagaimana pemimpin yang baik dapat mempengaruhi para pengikutnya dan menyelesaikan permasalahan di dalam kelompoknya. Pertanyaan lain yang diteliti adalah mengapa beberapa orang muncul menjadi pemimpin dan factor apa yang menentukan cara pemimpin tersebut bertindak, tetapi yang paling mendapatkan perhatian adalah efektifitas kepempinan.

Memahami Konsep Manajemen, Kepemimpinan, dan Organisasi_
image source: instituteforcommunity.org
baca juga: Pengertian Program, Algoritma dan Flowchart Secara Umum

Beberapa kemajuan telah dilakukan dalam penelitian mengenai misteri kepemimpinan, tetapi beberapa pertanyaan masih ada yang belum terjawab. Dalam buku ini, teori utama dan temuan riset tentang efektifitas kepemimpinan akan dipelajari, dengan penekanan pada kepemimpinan manajerial dalam organisasi formal sperti pada perusahaan bisnis, lembaga pemerintahan , rumah sakit dan perguruan tinggi.

1. DEFINISI KEPEMIMPINAN

Isitlah Kepemimpinan adalah kata yang diambil dari kata-kata yang umum dipakai dan merupakan gabungan dari kata ilmiah yang tidak didefinisikan kembali secara tepat. Maka kata ini memiliki konotasi yang tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan sehungga mempunyai arti yang mendua (janda, 1990). Disamping itu juga ada hal-hal yang membingungkan karena adanya penggunaan istilah lain seperti kekuasaan, wewenang , manajemen, administarsi, pengendalian, dan supervisi yang juga menjelaskan hal yang sama dengan kepemimpinan. Observasi yang dilakukan oleh bennis (1959, h.259) masih dianggap benar hingga sekarang seperti yang dinyatakan beberapa tahun yang lalu :

“seperti konsep kepemimpinan selalu kabur atau kembali menjadi tidak jelas karena artinya yang kompleks dan mendua. Jadi kita harus berjanji untuk menemukan dan menghentikan perkembangan istilah kepemimpinan, tetapi juga konsep ini tidak ada yang tuntas mendefisikannya. “

Penelitian biasa mendifinisikan kepemimpinan sesuai dengan prespektif individualnya dan aspek gejala yang paling menarik perhatiannya. Setelah melakukan peninjauan mendalam terhadap literature kepempinan, stogdill(1974, h 259 ) menyimpulkan bahwa “terdapat banyak definisi kepemimpinan yang banyaknya sama dengan jumlah orang yang mendefinisikan konsep ini”.

2. DEFINISI KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI

- Kepempinan adalah “perilaku individu… yang mengarah aktivitas kelompok untuk mencapai sasaran bersama “ (hemphill & Coons, 1957 , h 7)

- Kepemimpinan adalah “pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin”, (D.Katz & Khan 19787, h 528)

- Kepemimpanan dilaksanakan ketika seseorang.. memmobilisasi… sumber daya institusional, politis, psikologis, dan sumber sumber lainnay untuk membangkitkan melibatkan dan memenuhi motivasi pengikutnya (Rauch & Behl,1984 H.46)

3. PERAN KHUSUS ATAU PROSES PEMBERIAN PENGARUH

Perdebatan penting dalam pembahasan kepemimpinan adalah apakah kepemimpinan harus dipandang sebagai peran khusus atau proses pemberian pengaruh bersama. Salah satu pandangan menyatakan bahwa dalam setiap kelompok memiliki tanggung jawab dan fungsi yang tidak dapat dibagi-bagi terlalu luas karena dapat membahayakan efektifitas kelompok. Orang yang diharapkan untuk melaksanakan peran kepemimpinan ditunjuk sebagai “pemimpin”. Anggota kelompok yang lainnya disbeut para “pengikut”. Walapun di antara mereka dapat membantu pemimpin utama itu dalam melaksanakan dan fungsi kepemimpinannya.

Cara lain untuk menelaah kepemimpinan adalah berdasar proses pemberian pengaruh yang terjadi secara alami pada system social dan yang banyak disebarkan ke pada anggota. Penusl dengan pandangan ini yakin bahwa lebih bermanfaat untuk mempelajari “kepemimpnan “ sebagai proses social dari pada sebagai peran khusus beberapa individu dalam kelompok maupun atau organisasi lainnya. Berbagai fungsi kepempinan dapat dijalankan oleh orang yang berbeda yang mempengaruhi apa yang dilakukan kelompok, bagaimana melakukannya dan cara anggota kelompok saling berhubungan satu sama lain.keputusan kepentingan mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya dikerjakan melalu pengguan proses interaktif yang melibatkan banyak orang yang saling mempengaruhi.

4. JENIS PROSES PEMBERIAN PENGARUH

Perdebatan mengenai deinisi kepmimpinan tidak hanya berkaitan dengan siapa yang menggunakan pengaruh tetapi juga jenis pengaruh yang digunakan dan apa hasilnya. Beberapa ahli teori membatasi definisi kepemimpinan dengan penggunaan pengaruh yang menghasilkan komitmen yang tinggi dari para pengikut yang berlawanan dengan ketidakrelaan atau keengganan untuk mematuhi. Para ahli teori ini menyatakan bahwa seseorag yang menggunakan control ataas penghargaan dan hukuman untuk memanipulasi atau memaksa para pengikutnya tidaklah benar-benar “memimpin” mereka dan tidak etis karena itu merupakan penyalahgunaan kekuasaan.

Pandangan yang berlawanan adalah bahwa definisi ini terlalu membatasi karena menghilangkan beebrapa proses mempengaruhi yang penting untuk memahami mengapa seorang manajer itu efektif atau tidak dalam situasi tertentu. Jenis pengaruh yang sama dapat memberikan hasil yang berbeda tergantung pada sifat situasi tersebut, dan hasil kepemimpinan yang sama dapat dicapai dengan metode mempengaruh yang berbeda. Bahkan masyarakat yang dipaksa atau di manipulasi tersebut akhirnya berkomitmen untuk melakukan sesuatu jika kemudian mereka mengetahui bahwa hal merupakan pilihan terbaik bagi mereka dan bagi organisasi. Maslaah etika dalam penggunaan kekuasan merupakan perhatian yang sah bagi para kepemimpinan, tetapi hal ini seharusnya tidak membatasi definisi kepempinan atau jenis prose pengaruh yang dipelajari.

5. TUJUAN MEMPENGARUHI

Perdebatan lainnya yang berkaitan dengan usaha mempengaruhi adalah yang berkaitan dengan tujuan dan hasil kepemimpinan. Salah satu pandangan menyatakan kepemimpinan terjadi hanya ketika orang terpengaruh untuk melakukan yang etis dan bermanfaat bagi organisasi dan dirinya sendiri. Definisi kepemimpinan ini tidak meliputi usaha mempengaruhi yang tidak relevan atau menentukan bagi para pengikut, seperti usaha pemimpin untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan para pengikutnya.

6. PENGARUH BERDASARKAN PENALARAN ATAU EMOSI

Beberapa definisi kepemimpinan yang disebutkan sebelumnya terlihat menenkankan pada proses rasional dan kognitif. Pada masa lalu pandangan tentang kepemimpinan merupakan proses dimana pempimpin mempengaruhi pengikutnya untuk meyakini bahwa mereka akan untuk jika bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Hingga tahun 1980-an, beberapa konsep kepemimpinan mengenali pentingnya emosi sebagai dasar untuk memberikan pengaruh.

Sebaliknya , banyak konsepsi terbaru tentang kepemimpinan jauh lebih menekankan aspek emosional pengaruh daripada pelanaran. Menurut pandangan ini , hanya aspek kepemimpinan yang didasarkan pada emosi dan nilai saja yang dapat diperhitungkan untuk mencapai keberhasilan luar biasa bagi kelompok dan organisasi. Sebagai contoh :

“Tentara mempertaruhkan hidupnya untuk menjalankan suatu misi penting atau melindugi kawan seperjuangannya. “

7. KEPEMIMPINAN VERSUS MANAJEMEN

Perdebatan terus berlanjut yang berkaitan dengan perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen. Jelaslah bahwa seseorang bisa menjadi pemimpin tanpa harus menjadi manajer (contoh pemimpin formal ), dan seseorang bisa menjadi manajer tanpa harus memimpin. Memang ada beberapa orang dengan jabatan “manajer” tetapi tidak mempunya bawahan ( contoh manajer keuangan ). Tidak ada seorangpun yang menyatakan bahwa mengelola dan memimpin adalah ekuivalen, tetapi tingkat tumpang –tindih antara keduanya menjadi perdebatan yang sangat tajam .

Beberapa penulis (seperi bennis & nanus , 1985;Zaleznik, 1977) Berpendapat bahwa kepemimpinan dan manajemen adalah bebeda secara kualitatif dan saling meniadakan. Beberapa perbedaan yang paling ekstrim melibatkan asumsi bahwa manajemen dan kepemimpanan tidak mungkint terjadi pada satu orang yang sama.

8. DEFINISI KERJA ISTILAH PENTING

Dalam penelitian, definisi operasional atau kerja dari kepemimpinan tergantung pada seberapa luas tujuan para peniliti (Campbell 1977, ). Tujuannya mungkin untuk mengindentifikasikan pemimpin, untuk menentukan bagaimana mereka dipilihm atau menentukan apakah mereka dibutuhkan, speerti catatan karmel (1978, h, 467) “kosekuensinya sangat sulit bila hanya menggunakan satu definisi kepemimpinan yang cukup umum sehingga mampu mengakomodasikan berbagai makna ini dan cukup spesifik sehingga mampu berfungsi sebagai operasionalisasi variable itu. “ jika dimungkinkan, penelitian kepemimpinan harus didesain agar dapat memberikan informasi yang relevan, bagi seluruh kisaran definisi, sehingga dari waktu ke waktu, mungkin nantinya akan dapat membandingkan manfaat dari konsepsi-konsepsi tersebut dan akan dicapai suatu konsepsi tersebut.

Kepemimpinan didefinisikan secara luas dengan menggunakan cara yang mempertimbangkan beberapa hal yang menentukan suksesnya usaha kolektif anggota kelompok atau organisasi untuk menylesaikan tugas-tugas penting. Sedikit definisi yang digunakan :

“kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses intuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. “

Kepemimpan dipandang baik sebagai peran khusus dan proses pemberian pengaruh secara social. Setiap orang dapat memerankannya (misalkan kepemimpinan dapat dilakukan bersama atau didistribusikan ) tetapi beberapa perbedaan peran diasumsikan terjadi dalam berbagai kelompok atau organisasi. Baik proses rasional maupun emosional, ditinjau dari aspek yang ensesial dalam kepemimpinan.

Pemimpin mempengaruhi dari aspek-aspek dibawah ini :
  • Interpresati peristiwa eksternal oleh para anggota
  • Pilihan tujuan dan strategi yang ingin dicapai
  • Motivasi anggota unturk mencapai tujuan tersebut
  • Rasa salng percaya dan bekerja sama antar anggota
  • Organisasi aktivitas kerja
  • Pengembangan kepercayaan dan keterampilan anggota
  • Pembelajaran dan pembagian pengetahuan baru antar anggota
  • Pembuatan daftar dukungan

Istilah bawahan dan laporan langsung digunakan secara bergantian untuk menujukkan seseorang yang aktivitas kerja utamanya bagi kelompok atau organisasi selalu diarahkan dan dievaluasi oleh pemimpin utama. Dan beberapa pakar menggunakan istilah Staff untuk menggantikan istilah bawahan.

9. EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

Definisi kepemimpinan, konsep pemimpin yang efektif juga berbeda antara satu pakar dengan paka lainnya. Criteria yang dipilih untuk mengevaluasi efektifitas kepemimpinan mencerminkan bagaimana peneliti menentukan konsep kepemimpinan secara eksplisit maupun implicit. Sebagian besar peneliti mengevaluasi efektivitas kepemimpinan berdasarkan konsekuensi dari tindakan pemimpin bagi pengikut dan komponen lainnya dalam organisasi. Berbagai jenis hasil yang digunakan itu mencakup kinerja dan pertumbuhan kelompok atau organisasi pemimpin tersebut, kesiapannya untuk menghadapi tantangan tujuan kelompok , kesejahteraan dan perkembangan psikologis para pengikutnya, bertambahnya status pemimpin dalam kelompok dan kemajuan pemimpin ke posisi wewenang yang lebih tinggi dalam organisasi.

Ukuran yang paling banyak digunakan untuk menguru efektifitas pemimpi8n adalah seberapa jauh unit organisasi pemimpin tersebut berhasil menunaikan tugas dengan pencapaian sasarannya. Contoh ukuran kinerja yang obyektif mengenai pencapaian kinerja atau sasaran adalah keuntungan, marjinm peningkatan penjualan dll.

Sikap para pengikut terhadap pemimpin adalah indicator umum lainnya dari pemimpin yang efektif. Efektivitas pemimpin kadang-kadang diukur berdasarkan kontribusi pemimpin pada kualitas proses kelompok yang dirasakan oleh para pengikut atau pengamat dari luar.

10. HASIL SEGERA DAN HASIL TERTUNDA

Beberapa hasil dapat lebih cepat dirasakan daripada hasil yang lainnya. Sebagai contoh, hasil yang cepat dirasakan dari usaha mempengaruhi akan terjadi bbila para pengikut mau melakukan tugas yang diminta oleh pemimpin. Dampak tertunda dari kepemimpinan tergantung pada seberapa baik para pengikut melaksanakan tugas-tugasnya. dampak pemimpin dapat dipandang sebagai rantai sebab-akibat sejumlah variable, dengan variable antara menjadi penengah variebel yang satu ke yang berikutnya.

Kepemimpinan memiliki dampak segera dan tertunda atas kriteria yang sama. Dua jenis dampak tersebut mungkin konsisten atau tidak konsisten. Jika dampaknya tidak konsisten, hasil segera mungkin sangat berbeda dengan hasil tertunda.

11. KUNCI DALAM TEORI KEPEMIMPINAN

11.1 KARAKTERISTIK PEMIMPIN
  • Ciri (motivasi, kepribadian, nilai )
  • Keyakinan dan optimism
  • Keterampilan dan keahlian
  • Perilaku
  • Integritas dan etika
  • Taktik pengaruh
  • Sifat pengikut

11.2 KARAKTERISTIK PENGIKUT
  • Ciri (kebutuhan, nilai, konsep pribadi )
  • Keyakinan dan optimisme
  • Keterampilan dan keahlian
  • Sifat dari pemimpinnya
  • Kepercayaan kepada pemimpin
  • Komitmen dan upaya tugas
  • Kepuasan terhadap pemimpin dan pekerjaan

11.3 KARAKTERISTIK SITUASI
  • Jenis unit organisasi
  • Besarnya unit organisasi
  • Posisi kekuasaan dan wewenang
  • Struktur dan kerumitan tugas
  • Kesaling tergantungan tugas
  • Keadaaan lingkungan yang tidak menentu
  • Ketergantungan eksternal

12. PENDEKATAN CIRI

Salah satu pendekatan yang paling awal untuk mempelajari kepemimpinan adalah pendeketan ciri. Pendekatan ini menekankan pada sifat pemimpin seperti kepribadian,motivasi, nilai, dan keterampilan. Yang mendasari pendekatan ini adalah asumsi bahwa beberapa orang mempunyai bakat memimpin yang memiliki ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain.

13. BEBERAPA JENIS PENDEKATAN :

13.1 PENDEKATAN PERILAKU

Pendekatan perilaku adalah perhatian utama dalam mengindentifikasi perlikau kepemimpinan yang efektif.

13.2 PENDEKATAN KEKUATAN PENGARUH

Pendekatan kekuatan pengaruh adalah pandangan yang berfokus pada pemimpin dengan asumsi implisit bahwa sebab- akibat adalah satu arah ( pemimpin bertindak dan pengkut memberikan reaksi)

13.3 PENDEKATAN SITUASIONAL

Pendekatan situasional adalah berusaha mengindetifikasi aspek situasi yang “melunakkan” hubungan atribut pemimpin (seperti ciri, keterampilan, perilaku) dengan efektivitas kepemimpinan.

13.4 PENDEKATAN TERPADU

Pendekatan terpadu adalah teori konsep diri pemimpin yang kharismatik. Pemimpin bersedia memberikan dukungan yang luar biasa dan memberikan pengorbanan pribadi untuk mencapai suatu misi dan tugas kelompok.

14. LEVEL KONSEPTUALISASI KEPEMIMPINAN

Kepempinan dapat dikonseptualisasikan sebagai :
  1. Proses intra individu
  2. Proses dyadic
  3. Proses kelompok
  4. Proses organisatoris

14.1 PROSES INTRA INDIVIDUAL

Adalah teori kepempinan yang berfokus pada proses di dalam indvidu tunggal adalah sangat jarang, karena sebagian besar definisi kepemimpinan melibatkan proses pengaruh antar individu.

14.2 PROSES DYADIC

Adalah teori pendekatan pada hubungan antara seorang pemimpin dan individu lain yang biasanya merupakan seorang pengkut. Teori dyadic memandang kepemimpinan sebagai proses timbal balik antara pemimpin dengan orang lain.

144.3 PROSES KELOMPOK

Proses ini memiliki sifat peran kepemimpinan dalam tugas kelompok dan bagaimana kontribusi pemimpin terhadap efektivitas kelompok.teori efektivitas kelompok memberikan pengetahuan yang penting mengenai proses kepemimpinan dan kriteria yang relecan untuk mengevaluasi efektivitas kepemimpinan.

15.4 PROSES ORGANISASI

Pendekatan kelompok memberikan pemahaman yang lebih baik atas efektifitas kepemimpinan daripada pendekatan dyadic atau intra individu, tetapi dengan bebebrapa keterbatasan. Pendekatan organisisasi hanya digunakan untuk system social yang besar dan efektivitasnya tidak dapat dipahami jika fokus dari penelitian itu terbatas hanya pada proses internal kelompok.

Daftar Pustaka:
  1. James AF. Stoner, Management, 2nd edition, Prentice Hall Inc
  2. T Hani Handoko, Manajemen, edisi kedua, BPFE
  3. John R. Scemerhorn, Jr. Manajemen, 2000, Andi Yogyakarta
  4. Richard L. Daft, Manajemen, 2000, Erlangga
  5. Chuck Williams, Manajemen, 2000, Salemba Empat

Related Posts

Memahami Konsep Manajemen, Kepemimpinan, dan Organisasi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email